Saya Benci Rokok (II)

Kasihanilah kami yang bukan perokok
Yang harus menahan baumu ketika berbicara
Yang harus menahan batuk ketika asap rokokmu terhirup
Istrimu yang mencium bibirmu yang mirip asbak
Yang memaafkanmu ketika tangan kami tidak sengaja tersundut
Yang memaklumi ketika pakaian kami berlubang bulet
Yang ikut kena TBC gara-gara jadi teman kamu

Yang harus menunggu WC beberapa saat sampai bau rokok hilang, setelah kamu ‘eek sambil merokok

Saya Benci Rokok (I)

Di kantor ber-AC ada saja pegawai merokok
Dosen izin keluar kelas sebentar untuk merokok
Anggota DPR mengikuti sidang sambil merokok
Orang kaya bermobil mengantri isi pertamax sambil merokok

Tukang las menyalakan las menggunakan rokok
Calon Tentara dan Polisi dirontgent paru-parunya untuk memeriksa apakah mereka perokok, tapi setelah bekerja mereka merokok
Orang menjenguk pasien di rumah sakit sambil merokok
Pengendara sepeda motor tangan kanan memegang stang, tangan kiri memegang rokok

Pegawai perusahaan petasan mengepak kembang api sambil merokok
Di bandara ada ruang khusus berkursi empuk bagi mereka yang merokok
Pemerintah pendapatan cukainya naik kalau banyak orang merokok
Ustadz menjelaskan hukum minuman keras sambil merokok