Politik Vs Gempa

Pesta telah usai
Poster caleg tak lagi ramai
Capres pun mulai berdamai

 

Berbeda sekali bulan lalu
Genderang perang selalu bertalu
Caleg tak bosan merayu
Uang panas mengalir beribu-ribu

 

Caprespun tak ketinggalan
Ada yang datang ke pasar becek
Ada yang ke tempat pembuangan
Di belakang mereka saling mengejek
Sindir-menyindir menjadi sarapan

 

Mereka berlomba merayu rakyat
Seolah mereka pelindung rakyat
Paling mengerti penderitaan rakyat

 

Namun pesta telah usai
Politik tak lagi ramai
Mereka pun mulai berdamai

 

Minggu kemaren gempa melanda
Jawa Barat dan sekitarnya
Rakyat menangis menahan derita
Sanak hilang entah kemana

 

Lihatkah engkau setelah gempa kawan?
Ada caleg datang bertandang?
Ada capres berduyun-duyun datang?
Kemana mereka menghilang?
Saat rakyat benar-benar membutuhkan?

 

Wahai rakyat sadarlah kamu
Mungkin kamu telah tertipu
Mereka yang merayumu dulu
Kini seolah tak mau tahu
Tak kenal rasa malu

 

Walaupun kamu memelas
Mungkin tak akan mereka balas
Mereka mungkin sibuk mencari emas
Persiapan untuk 2014

 

Kalau boleh aku berandai
Apa yang kan terjadi disana
Kalau sebelum pesta usai
Gempa telah melanda

 

Mungkin banyak posko disana
Relawan parpol dimana-mana
Membantu dengan sukarela
Walaupun pada akhirnya
“Jangan lupa coblos saya!”

 

Mungkin inilah demokrasi
Yang terpilih semoga ingat janji
Yang tidak terpilih mungkin mencaci
Masih percayakah kita pada sistem ini?

Analisa Abal-abal : Perlukah Remunerasi?

Sebenarnya saya jarang menulis serius. Tentu saja kecuali pada saat mengerjakan tugas kuliah atau saat lembur menulis laporan hasil audit. Namun saya tergelitik untuk menulis serius setelah membaca komentar-komentar pembaca blog ini pada postingan tentang remunerasi, yang sebenarnya juga hasil dari kompilasi copy paste sana-sini (ketahuan deh :) ).

 

Perlukah remunerasi? Salah satu komentator di postingan saya itu mengatakan bahwa tidak etis jika para pegawai menuntut segera diberlakukan remunerasi.

 

Satu catatan sebelum kita lanjutkan pembahasan ini, sebenarnya remunerasi tidak otomatis berarti kenaikan gaji dan tunjangan, tapi lebih kepada peningkatan kinerja para pegawai dengan diiringi penghargaan atas jerih payah peningkatan kinerja tadi. Salah satunya yang terlihat adalah dengan kenaikan gaji dan tunjangan.

 

Jadi, kenapa tidak etis? Ada Komentator yang mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang miskin, yang berpikir untuk makan saja susah, sementara para pegawai masih saja tidak puas dengan gaji yang hampir pasti diperoleh tiap bulan. Ada juga yang bilang, buat apa meminta remunerasi, kan sudah dapat hasil pungutan liar tiap hari.

Verifikasi Paypal Gratis Plus Bonus Uang Cash

Semua ini berawal waktu saya ingin memverifikasi paypal. Sebagai newbie di bidang blogging, sudah menjadi langkah wajib agar selalu bertanya pada mbah google agar tidak tersesat di jalan belantara web. Saya ketikkan kata “jual vcc” ketemu situs jualvcc.net, saya ketikkan lagi “vcc murah” ketemu situs vccmurah.com, kurang puas saya ketikkan lagi “vcc terpercaya” ketemu sebuah blog yang mereview situs penjual vcc yaitu jualvcc.net dan vccmurah.com. Nah sampai disini bingung saya, kok ada yang ngereview dua situs berbeda itu dalam satu posting. Saya berpikir mungkin dua situs itu memang situs penjual vcc terpercaya.

Check Out My New Theme/Template

Setelah kemaren iseng menggunakan Add On FireBug dengan fasilitas Page Speed-nya dan Add On YSlow, akhirnya aku memutuskan untuk mengganti tema/ template dari blog ini. Hasil analisis performance dari kedua add on tadi menyatakan bahwa tema terdahulu masih terlalu berat dan lama untuk di load. Padahal telah dipasang plugin WP Super Cache dan beberapa fasilitas telah di-AJAX-kan.

Salah satu hasil analisis adalah bahwa waktu yang dibutuhkan untuk load time home page menggunakan tema yang lama adalah sekitar 30 detik. Sedangkan hasil analisis yang sama untuk tema yang baru menjadi sekitar 14 detik. Jadi hasil optimasi load time sekitar 50%. Hasil yang cukup memuaskan.

No More Shoutbox : 5 Kelemahan Shoutbox

Pada masa-masa awal ditemukannya shoutbox, widget ini seolah menjadi suatu hal yang hampir wajib untuk dipasang. Betapa mengasyikkannya meninggalkan komentar di shoutbox, karena kita bisa bebas menulis komentar, paling tidak untuk memberi tahu yang punya blog bahwa kita pernah mampir di blognya. Dan memang shoutbox ini diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin berkomentar tentang hal yang tidak berhubungan dengan posting. Tidak heran jika kebanyakan isi pesan shoutbox tidak jauh dari sekedar mengatakan : “Hi, nice blog” atau “Blog walking in the noon”, atau “Lam kenal” atau kata-kata lain yang hampir sejenis.

Namun dibalik kemudahan berkomentar, sebenarnya ada kelemahan dari penggunaan shoutbox, yaitu :

  1. Mengurangi tampilan “profesional” sebuah blog.
  2. Memperlambat waktu load blog.
  3. Kurang berguna, karena biasanya pengisi shoutbox juga mengisi pesan yang tidak terlalu penting.
  4. Bisa disalahgunakan menjadi tempat ngejunk/ nyampah (seperti yang terjadi pada shoutbox saya :( ).
  5. Tidak dapat digunakan sebagai tempat mencari back link, jadi tidak mempunyai nilai tambah di mata search engine.

Nah, berdasarkan pertimbangan itulah, maka saya terpaksa menghilangkan shoutbox di blog ini. Bagi yang memang ingin berkomentar tentang sesuatu yang tidak berhubungan dengan posting, atau sekedar ingin menyapa saya sebagai penulis blog ini, maka anda dapat berkomentar disini atau kontak saya disini.