Analisa Abal-abal : Perlukah Remunerasi?

Sebenarnya saya jarang menulis serius. Tentu saja kecuali pada saat mengerjakan tugas kuliah atau saat lembur menulis laporan hasil audit. Namun saya tergelitik untuk menulis serius setelah membaca komentar-komentar pembaca blog ini pada postingan tentang remunerasi, yang sebenarnya juga hasil dari kompilasi copy paste sana-sini (ketahuan deh :) ).

 

Perlukah remunerasi? Salah satu komentator di postingan saya itu mengatakan bahwa tidak etis jika para pegawai menuntut segera diberlakukan remunerasi.

 

Satu catatan sebelum kita lanjutkan pembahasan ini, sebenarnya remunerasi tidak otomatis berarti kenaikan gaji dan tunjangan, tapi lebih kepada peningkatan kinerja para pegawai dengan diiringi penghargaan atas jerih payah peningkatan kinerja tadi. Salah satunya yang terlihat adalah dengan kenaikan gaji dan tunjangan.

 

Jadi, kenapa tidak etis? Ada Komentator yang mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang miskin, yang berpikir untuk makan saja susah, sementara para pegawai masih saja tidak puas dengan gaji yang hampir pasti diperoleh tiap bulan. Ada juga yang bilang, buat apa meminta remunerasi, kan sudah dapat hasil pungutan liar tiap hari.

6 Hal Unik Yang Tersembunyi di Facebook

Siapa yang tidak kenal Facebook? Website yang menjadi 10 besar di Alexa Rank ini digandrungi jutaan orang di dunia. Tapi walaupun sangat terkenal, bukan tidak mungkin ada sesuatu yang belum banyak diketahui orang. Mungkin anda salah satunya. Pengin tahu apa itu? Silahkan simak daftar berikut ini :

  • Konami Code

Mungkin fasilitas ini sudah banyak yang tahu. Tapi bagi anda yang belum tahu, coba log in ke akun facebook anda dan lakukan hal berikut. Tekan tombol berikut secara berurutan : Atas-Atas-Bawah-Bawah-Kiri-Kanan-Kiri-Kanan-B-A-Enter. Lalu lakukan klik di sembarang tempat atau scroll mouse anda. Kalau berhasil, maka akan terlihat apa yang disebut lens flare. Lens Flare tadi adalah animasi yang muncul karena kita memasukkan Konami Code ke facebook. Ini dia screen shootnya :

Konami Code Facebook

No More Shoutbox : 5 Kelemahan Shoutbox

Pada masa-masa awal ditemukannya shoutbox, widget ini seolah menjadi suatu hal yang hampir wajib untuk dipasang. Betapa mengasyikkannya meninggalkan komentar di shoutbox, karena kita bisa bebas menulis komentar, paling tidak untuk memberi tahu yang punya blog bahwa kita pernah mampir di blognya. Dan memang shoutbox ini diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin berkomentar tentang hal yang tidak berhubungan dengan posting. Tidak heran jika kebanyakan isi pesan shoutbox tidak jauh dari sekedar mengatakan : “Hi, nice blog” atau “Blog walking in the noon”, atau “Lam kenal” atau kata-kata lain yang hampir sejenis.

Namun dibalik kemudahan berkomentar, sebenarnya ada kelemahan dari penggunaan shoutbox, yaitu :

  1. Mengurangi tampilan “profesional” sebuah blog.
  2. Memperlambat waktu load blog.
  3. Kurang berguna, karena biasanya pengisi shoutbox juga mengisi pesan yang tidak terlalu penting.
  4. Bisa disalahgunakan menjadi tempat ngejunk/ nyampah (seperti yang terjadi pada shoutbox saya :( ).
  5. Tidak dapat digunakan sebagai tempat mencari back link, jadi tidak mempunyai nilai tambah di mata search engine.

Nah, berdasarkan pertimbangan itulah, maka saya terpaksa menghilangkan shoutbox di blog ini. Bagi yang memang ingin berkomentar tentang sesuatu yang tidak berhubungan dengan posting, atau sekedar ingin menyapa saya sebagai penulis blog ini, maka anda dapat berkomentar disini atau kontak saya disini.

Cara Konyol Meningkatkan Jumlah Kunjungan ke Blog Kamu

*Konyol mode on*

Kamu punya blog tapi merasa gak pernah dibaca oleh orang lain? Tiap postingan pasti kering komentar? Kalaupun ada komentar isinya gak jauh-jauh dari: “Lam kenal…” atau “Blog walking…” atau “Nice blog…” atau “Kunjungan balik…”? Mending ada komentar, lah ini yang sering berkunjung juga diri sendiri? Punya Shoutbox tapi gak pernah rame, sehingga kamu terpaksa ngisi di Shoutbox kamu sendiri agar kelihatan rame? Mungkin kamu emang gak bakat jadi blogger. Mending hapus aja blog kamu, dari pada ngabisin waktu n duit buat ke warnet

Jangan putus asa, apalagi sampai bunuh diri (hayah….), karena kamu tidak sendiri. Banyak blog yang mengalami hal itu (termasuk blogku ini, yang di sini dan di sana*halah*). Dan hari ini…..jreng…jreng…jreng…..sayah telah menemukan cara yang jitu konyol untuk meningkatkan kunjungan ke blog kamu…..*teriak-teriak di pinggir jalan*. Ehm…ehm…maaf sayah terlalu emosyih….

Term of Use:

  1. Cara ini disediakan secara cuma-cuma dengan lisensi di bawah GPL (Gratis Pokoknya Loh…) baik bagi individual, rumahan maupun bisnis, komersial dan industri.
  2. Anda tidak perlu memberitahu pembuat sebelum menggunakan cara ini.
  3. Penggunaan dari cara ini dan semua akibat yang ditimbulkan dari penggunaan cara ini seutuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.
  4. Pokoknya kalau ada apa-apa sayah tidak campur tangan…take your own risk -lah…
Rayuan Gombal Seorang Blogger Kepada Calon Istrinya

Kalau saudari mau menikah dengan saya:

  1. Saudari akan saya kasih maskawin rumah http://istri.adis.web.id/ , kotak pos istri@adis.web.id , dan seperangkat wordpress lengkap dengan plugin-pluginnya.
  2. Saudari tidak usah mengkhawatirkan sewa rumah kontrakan bulanan, karena saya sewa hosting tahunan.
  3. Saudari akan selalu dalam keadaan sehat karena tiap hari akan saya ajak main pingpong dan trackback.