Sebenarnya saya jarang menulis serius. Tentu saja kecuali pada saat mengerjakan tugas kuliah atau saat lembur menulis laporan hasil audit. Namun saya tergelitik untuk menulis serius setelah membaca komentar-komentar pembaca blog ini pada postingan tentang remunerasi, yang sebenarnya juga hasil dari kompilasi copy paste sana-sini (ketahuan deh
).
Perlukah remunerasi? Salah satu komentator di postingan saya itu mengatakan bahwa tidak etis jika para pegawai menuntut segera diberlakukan remunerasi.
Satu catatan sebelum kita lanjutkan pembahasan ini, sebenarnya remunerasi tidak otomatis berarti kenaikan gaji dan tunjangan, tapi lebih kepada peningkatan kinerja para pegawai dengan diiringi penghargaan atas jerih payah peningkatan kinerja tadi. Salah satunya yang terlihat adalah dengan kenaikan gaji dan tunjangan.
Jadi, kenapa tidak etis? Ada Komentator yang mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang miskin, yang berpikir untuk makan saja susah, sementara para pegawai masih saja tidak puas dengan gaji yang hampir pasti diperoleh tiap bulan. Ada juga yang bilang, buat apa meminta remunerasi, kan sudah dapat hasil pungutan liar tiap hari.



