What’s the mean of 40 days for you? For me, it’s unforgettable moment when i have a journey to South East Maluku. This is an archipelago regency, consist of two big island, Kei Besar and Kei Kecil.
It’s a fascinating view from the top, under the propeller
Temen-temen tahu RSS khan? Bukan bangunan yang sempit sekali itu. Kalau belum tahu bisa baca artikel di sini.
Dengan langganan RSS kita bisa tahu dengan segera (tergantung settingan waktu updatenya juga sih) jika suatu situs mengalami penambahan konten/ postingan. Para pemburu pertamax, keduax dan ketiax tentu sudah fasih tentang hal ini.
Saya berlangganan 69 RSS (Situ kaget ndak? Ndak ya? Alhamdulillah…. brarti saya masih waras), dengan settingan waktu update setiap 6 jam sekali. Saya berlangganan semua RSS itu dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun (juga tanpa ada yang bayar, hiks… ). Niatnya sih pengen menambah pengetahuan plus menghemat waktu karena nggak harus bukain satu-satu situs yang ingin kubaca. Cukup baca paragraf depannya, kalau tertarik atau penasaran, baru meluncur ke TKP.
Hari itu, gak tahu angin apa yang membuatku memasang status “hakinem nignep” di YM! Setelah beberapa orang yang protes dan ku cuekin ajah, datanglah grasshoper (bukan ID Yahoo sebenarnya, apalagi nama sebenarnya).
Dengan gaya sebagai seorang lelaki yang sudah laku, mulailah dia ngoceh.
GH :”Dis, kamu dah pengin nikah?”
Daku :”Ya iyalah…..AKU…..”
GH :”Dis, kalau mau mencari istri tuh hati-hati” Kayak mau nyebrang jalan aja…harus hati-hati….
Daku :”Kamsudnya?”
Sayah yakin bahwa lebih dari 68% (tanpa harus menganalisa meta data) penduduk Seram Bagian Timur belum pernah melihat daerah yang mereka tinggali selama ini dari atas. Situ percaya ndak? Kalopun ndak percaya, ya urusan situ, toh sayah juga ndak perduli kok.
Tapi atas kemurahan hati plus kegantengan sayah, akan sayah tayangkan beberapa hasil jepretan potoh Seram Bagian Timur dari atas. Potoh ini sayah dapat ketika sayah menumpang Derraya yang di sewa CSEL. Silahkan menikmati….
Setelah sebelumnya sukses jalan-jalan ke pantai tenga-tenga (silahkan konco-konco buka di blog sayah yang usang) dan pantai tulehu (kalo yang ini belum pernah sayah posting sih, soalnya fotonya ga ada yang bagus), hari minggu kemaren (18 Nopember 2007 yang ceria), sayah berkesempatan mengunjungi Pantai Gamumui Gumumai (bener gak sih namanya?).
Pantai ini terletak di pinggir kota Bula, Seram Bagian Timur. Dari Bula mungkin sekitar lima kilometer (cuman kira-kira, soalnya kemaren lupa gak bawa meteran). Jadi perjalanan ditempuh hanya dalam waktu sekitar 30 menit (cuman kira-kira juga sih, ngapain juga niat banget ngidupin stopwatch). Waktu perjalanan yang cukup singkat, sehingga sayah tidak sampai kelelahan, gak usah minum antimo apalagi repot-repot nyediain plastik kresek buat HOAX hoek-hoek alias muntah.