Sky Is Freedom

Apa yang anda lakukan jika anda di dalam pesawat terbang (dalam keadaan terbang tentunya)? Duduk dan berdiam diri di kursi pesawat yang kadang sengaja dipasang terlalu sempit (agar pesawat dapat diisi kursi penumpang lebih banyak), terkadang membuat kita jenuh, bosan, bahkan melelahkan. Apalagi kalau waktu tempuh pesawat terbang di atas satu jam.

Untuk menghilangkan rasa bosan mungkin anda dapat mencoba untuk tidur, membaca buku, mendengarkan file audio kesukaan anda, atau sok kenal sok dekat ngobrol dengan penumpang cewek di sebelah anda ataupun godain pramugari. Semua dapat anda lakukan jika anda menumpang pesawat Boeing 737 atau pesawat lain sejenis yang berbadan lebar, mampu menampung penumpang hingga ratusan, ketinggian jelajah sekitar 30.000 kaki, dan mampu menekan tingkat kebisingan sehingga tidak mengganggu pendengaran. Problem solved, end of story.

Sayangnya, hal itu sering tidak berlaku pada saya. Sebagai seorang penumpang yang lebih sering menumpang pesawat perintis, sungguh hal itu sering tidak bisa saya lakukan.

Tour de Sulamadaha

Pernah ke Ternate? Pulau kecil yang sekaligus menjadi nama kota yang ada di Propinsi Maluku Utara ini, merupakan kota teramai di kawasan Pulau Halmahera. Namun, meski menjadi kota teramai, Ternate bukanlah ibu kota dari Propinsi Maluku Utara, karena ibu kota propinsi ada di Shouvivi (bener gak sih tulisannya?). Fakta ini hanya sedikit orang yang tahu.

Kalau anda berkesempatan berkunjung ke Kota Ternate, jangan lupa luangkan waktu untuk pergi ke Pantai Sulamadaha. Pantai ini terletak di sebelah utara kota Ternate (kalo gak salah haha…).

Masohi Seperti Kota Mati

Masohi adalah sebuah kota tua di Pulau Seram yang juga merupakan ibukota dari Maluku Tengah. Maluku Tengah adalah salah satu dari beberapa kabupaten tua yang ada di propinsi Maluku. Pada sekitar tahun 2003 Maluku Tengah mengalami pemekaran menjadi tiga kabupaten. Satu kabupaten induk Maluku Tengah, dan dua kabupaten baru yaitu Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur.

Back to Work

Yeaaaaaaaaaah………

Rutinitasku kembali lagi. Setelah libur Idul Adha, disusul libur Natal, dan yang terakhir libur Tahun Baru sayah sekarang dah balik lagi ke Ambon Maniche. Sayah pun sukses bolos dua hari kerja *halah…PNS apaan nih*.

Selama liburan, aktivitas dominan sayah adalah makan dan tidur, tak heran jika dua minggu beratku bisa nambah 2kg. Waduh tambah chubby nih…

Alhamdulillah perjalanan ke Ambon berjalan mulus, tidak seperti penerbangan sebelumnya(kepada mbak Auliah, mbak Hamida dan mas Yahya terimakasih atas saran-sarannya). Perjalanan balik kemarin bareng temen yang baru nikah, sekalian bawa istrinya ke Ambon. Yah nasib, sayah jadi obat nyamuk selama perjalanan. Mupeng…..mupeng….

Tahun baru…..semangat baru….dan tugas baru sudah menanti. Ada tugas ke gedung Kantor Gubernur Maluku. Sapa tahu nanti ketemu pak Gubernur, sekalian minta tukeran link….*halah*.   :)    :D

Alhamdulillah, Itu Bukan Penerbangan Terakhirku

Perjalanan udara sudah cukup sering saya lakukan. Jakarta, Jogja, Surabaya, Makasar, Ambon, Ternate, Tual, Sanana, sampai Bula pernah saya sambangi menggunakan jasa burung besi ini. Mungkin karena saking seringnya, setiap perjalanan udara menjadi kurang berkesan.

Namun, tidak dengan penerbangan kemarin. Penerbangan itu mungkin tidak akan terlupakan. Tanggal 19 Desember itu, saya naik pesawat ke Jogja, pulang kampung untuk merayakan ‘Iedul Adha. Rute yang saya ambil adalah Ambon-Makasar-Surabaya-Jogja. Dan burung yang saya pilih adalah Singa Udara.

Pukul 15.30 WIT pesawat take-off dari Pattimura menuju Hasanuddin. Dengan ketinggian jelajah sekitar 30.000 kaki, waktu tempuh diperkirakan 1 jam 20 menit.

1 jam 30 menit kemudian