Sebagai seorang mahasiswa yang telah merangkap menjadi kepala rumah tangga, tentu menjadi suatu kebahagiaan tersendiri bila suatu hari nanti, saya dan istri tercinta bisa membangun sebuah hunian idaman. Sebuah rumah impian yang dapat memberikan perasaan aman dan nyaman bagi penghuninya.
Sebagian dari kita sering terlalu sempit dalam berpikir mengenai seperti apa hunian yang kita idamkan. Sebagian dari kita terlalu membatasi kriteria rumah impian yang diidamkan dengan sesuatu yang bersifat fisik dan teknis. Mereka terlalu memikirkan berapa luas tanah yang cocok? Berapa kamar yang akan dibangun? Arsitektur apa yang akan dipakai? Berapa luas kolam renang yang pas? Padahal seperti kita tahu, fasilitas fisik seperti itu tidak menjamin kita bisa nyaman tinggal disitu.
Sebuah hunian idaman, selain dapat memberikan perlindungan dari panas dan hujan, juga diharapkan dapat membuat penghuninya betah tinggal di dalamnya. Tidak saja kenyamanan ragawi yang kita butuhkan, tapi juga kenyamanan jiwa kita. Rumah selain sebagai tempat berteduh juga hendaknya berfungsi sebagai tempat kita mencurahkan kasih sayang kepada keluarga. Tempat untuk mendidik anak-anak kita, juga tempat bagi kita untuk bersosialisasi dengan lingkungan. Sebuah rumah mewah dan luas seperti neverland misalnya, mungkin tidak lebih baik dari sebuah pondok kecil di depan surau. Kita harus lebih luas lagi memikirkan fungsi dari sebuah rumah, yang tidak hanya sekedar tempat berlindung dan penanda status ekonomi, tapi lebih dari itu, rumah hendaknya menjadi salah satu sarana bagi kita untuk memperoleh sebuah kehidupan yang indah di dunia dan batu loncatan bagi kita untuk memperoleh hunian idaman yang kekal abadi (surga) di kehidupan selanjutnya.
Dan jangan jadikan rumahmu bagaikan kuburan (HR. Bukhori).
Posting Terkait:







mas itu pohon asemnya nggak bikin angker ya?
[Reply]
BLoG kiTa Reply:
August 9th, 2009 at 1:16 am
@masoglek, hahaha.. setuju..
[Reply]
Comment by masoglek — July 23, 2009 at 8:00 pm
Kw arep tinggal ng Banda Dis???
[Reply]
Comment by Sef — July 24, 2009 at 4:10 am
salam kenal mas
sama2 lagi asyik menulis rumah impian
[Reply]
Comment by Rigih — July 29, 2009 at 11:00 am
4 all : Haha kok malah pada ngomentarin gambarnya. Kalo malem angker kali ya? Tapi kalo siang kelihatan rindang banget
. Sef, tahu aja kalo itu di banda..
[Reply]
Comment by adis — August 1, 2009 at 11:40 am
Alumni stan ya?
[Reply]
Comment by dinoyudha — August 2, 2009 at 6:43 pm
btw,ikutan DIV stan?
[Reply]
Comment by Rigih — August 2, 2009 at 7:00 pm
wah mas adalah org ke 3 dari stan yang ikut kontes ini, sukses ya, mg tercapai mimpinya
[Reply]
Comment by heri — August 6, 2009 at 4:04 pm
wah bro, mantep tulisannya
buat lomba properti itu kan
good luck yooooo
[Reply]
Comment by dodi im — August 18, 2009 at 2:59 pm
setiap orang memiliki rumah idaman masing-masing. meskipun saya pun memiliki impian yang muluk dengan rumah yang besar dan mewah full teknologi. dimana semua perangkat terhubung ke komputer dan internet. tapi ya sekedar khayalan. yang terpenting bagi saya rumah itu nyaman dan sehat untuk ditempati sekeluarga. keluarga kecil, bahagia dan cukup lahir batin itu saja.
oia ditunggu komentar berkualitasnya juga dalam tulisan ‘Rumah Impian…’.cheers..
[Reply]
Comment by rusli zainal | eros — August 26, 2009 at 10:25 pm
gambar rumah yang mas tampilkan membuat saya ingin memiliki rumah yang seperti itu, bukan soal bentuknya yang kelihatan sudah kuno, tapi tentang keteduhan, kenyamanan, dan rasa damai yang terlihat saat memandangnya.. hamparan rumput yang luas di halaman dapat dipakai untuk memandang rembulan yang sedang purnama di malam ramadhan, menggelar tikar, duduk bersama bercanda bersama keluarga dibawah sinar perak yang dipancarkan sang rembulan..kebesamaan kita akan membuatnya tersenyum..oh indahnya…
[Reply]
Comment by nurul — September 5, 2009 at 9:05 am
boleh gak mintatolona carikan saya rumah yg 2 tingjat?
tolong yaccccccccccccchhhhhhhhhhh!!!!
[Reply]
Comment by Rasya — November 19, 2009 at 11:00 pm