Sebuah Sore di Ternate

“Cklek……kreeek”

Gagang pintu terputar pelan dan engsel yang mulai karatan itu pun menjerit. Seorang Pemuda bersarung tenun merah marun dan berjaket hitam keluar dari sebuah kamar hotel. Kaos hijau tanpa kerah di dalam jaketnya sedikit kelihatan. Beberapa langkah kemudian sampailah dia di depan pintu utama hotel dengan ruang resepsionis di sebelah kirinya. Pemuda itu terus berjalan dengan muka datar melihat ke depan. Dia sedikit terlambat tahu kalau ada dua pasang mata beberapa meter di sebelah kirinya sedang memandangnya. Tapi mau menyapa pun rasanya sudah terlambat, karena dia sekarang telah membelakanginya. Mungkin dua orang resepsionis cantik berkerudung itupun merasa mubazir membuang suara menawarkan untuk menitipkan kunci kamar.

Setelah melewati pintu utama yang terbuat dari kayu berwarna kuning pucat berkualitas tinggi dan meja satpam yang kosong, dia berbelok ke kiri. Segera terhamparlah pemandangan laut sekitar 50 meter di hadapannya. Sepasang mata lelah miliknya yang telah sejak siang tadi berkontraksi karena melihat benda-benda dalam jarak dekat selama di dalam kamar terasa kembali rileks memandang garis horison pembatas langit dan laut. Sebuah kapal tanker besar diam tak bergerak di lepas pantai, tak mampu lagi mendekat ke darat. Mungkin kedalaman laut tak mengijinkan. Di atas kapal terlihat semburat cahaya mentari sore merah kejinggaan melekat nyaman di sekumpulan awan tipis. Sementara di sebelah kanannya menjulang tegak gunung tidore yang seakan menjelma menjadi raksasa hitam yang sebentar lagi berhasil melahap bulat-bulat sang surya. Hmm…pemandangan sore yang indah.

Jalan aspal yang menjadi pembatas antara pantai dan pemukiman masih tabah terbentang beradu dengan karet-karet bulat yang menggelinding kencang. Pemuda itu sedikit terusik ketika dua orang pengendara kuda besi beradu mulut menentukan siapa yang sebenarnya salah mengakibatkan tunggangannya itu jatuh. Beberapa orang di sekitar juga mulai melihat dengan seksama dan mendekat penuh rasa ingin tahu.

Namun pemuda itu terus melenggang. Langkahnya sedikit dipercepat ketika iqamah tertangkap daun telinga. Sampai di depan Masjid, tiga shaf makmum berseru bersama-sama.

“Aaaaamiiiiiiin……”

Sungguh beruntung pemuda itu. Baru raka’at pertama. Segera ia bersiap-siap mencari tempat. Mungkin masih dapat urutan ke empat. Pikirannya melayang ke tempat yang jauh. Dia sedikit menggumam,

“Aku rindu Ambon”.

Bookmark and Share

iklan murah tukeran link

Posting Terkait:

  1. Tour de Sulamadaha
  2. Jailolo Terancam Kota Mati
  3. The Last Trilogy of Beautiful Banda Naira : Kota Sejarah
  4. The Trilogy of Beautiful Banda Naira : Beach

25 Comments
  1. ini pengalaman pribadi ya?

    jimmy’s last blog post..Potong Rambut di Salon

    [Reply]

  2. cerita yang menarik… :D

    Ghatel’s last blog post..Masukan yang kurang baik

    [Reply]

  3. ndang mulih kono!! hehehehe

    bangpay’s last blog post..Sembah Pangabekti Saya, Ibu?

    [Reply]

  4. [quote]Di atas kapal terlihat semburat cahaya mentari sore merah kejinggaan melekat nyaman di sekumpulan awan tipis. Sementara di sebelah kanannya menjulang tegak gunung tidore yang seakan menjelma menjadi raksasa hitam yang sebentar lagi berhasil melahap bulat-bulat sang surya. Hmm…pemandangan sore yang indah.[/quote]

    lebih bagus klo di kasih gambar dis…..

    heiroyuki’s last blog post..Pencopet dibohongin korbannya

    [Reply]

  5. emangnya mas adis ga di ambon yach??

    Rian’s last blog post..saat² yang berdarah-darah

    [Reply]

  6. Weleh weleh weleh, bisa juga dirimu mengakui kalo rindu Ambon. Baru tau kan skarang kalo Ambon itu ngangeni? Emangnya sudah karatan ya di Ternate? Saya malah masih menyimpan mimpi bisa kesitu.
    Btw, Pemuda bersarung tenun merah marun, berkos hijau tanpa kerah dan berjaket hitam itu Adis kan? (Sekedar memastikan Biar commentnya gak salah)

    hamida’s last blog post..1/4 Abad sudah

    [Reply]

  7. layaknya cerpenis kau Dis…

    [Reply]

  8. Hoo… Om Adis lagi homesick yah… :roll:

    Klo saya lagi rindu sama niez-ku… :oops:

    [Reply]

  9. tuh kan gak konsen… mau sholat kok mikirin yang lain.. hehehe atua jangan2 mikirnya pas dalam sholat.. *hush*

    edo’s last blog post..Potongan rambut dan standar waralaba barbershop

    [Reply]

  10. Ambon tak segemerlap Jakarta, tak seakrab Jogja,
    tak sehangat Magelang, tak seindah Bali.
    Kenapa kau rindu Ambon.
    Besok jadi balik ke Ambon kan, puas2in deh… heheh

    sef’s last blog post..Ketika Lampu Mall Mati

    [Reply]

  11. gw baru pertama kali baca cerpen buatan adis.. hmm.. menurut gw ini curhatan deh.. hehehe..

    ridu’s last blog post..British Council Blogger Day

    [Reply]

  12. Hohoho….afalagi bulan April sefertina ndak ada hari besar/ hari libur…….jadi ndak isa fulang dunk kawand?

    hoek soegirang’s last blog post..Kebinunan dan Monster Multi Tasking

    [Reply]

  13. Tulisanmu bgs dis.oh,lg dl to?wah br pertama ak tahu drmu rindu ambon.ada apakah gerangan d ambon? Hayo ngakuu he3

    arifah’s last blog post..Prajabatan di LA

    [Reply]

  14. Tulisanmu bgs dis.oh,lg dl to?wah br pertama ak tahu drmu rindu ambon.ada apakah gerangan d ambon? Hayo ngakuu he3

    arifah’s last blog post..Jodoh

    [Reply]

  15. rindu sama ambon ya mas
    klo diriku rindu ma blogwalking :mrgreen:

    hanggadamai’s last blog post..The Comebacknya hanggadamai

    [Reply]

  16. Kalo ak rindu ma magelang.bentar lg brgkt euy…jd tgl bentar lg d jakarta.rindu ma tmn yg dah mo brgkt,rindu ma t4 magang.pokokny rindu smuany aja dech? He3

    arifah’s last blog post..Jodoh

    [Reply]

  17. assalamualaikum..

    salam kenal..
    mungkin anda tidak mengenal saya..

    tapi saya mengenal anda cukup dekat..!!!

    gaya bahasa okey sih,
    inspired by laskar pelangi yo..

    taste-nya kok kayak andre hinata deh
    klo ditambahi dengan jargon-jargon sains pasti adis udh jadi andrea hinata jilid II..

    Dasar Auditor…
    Hidup..dari Hotel ke Hotel…
    tapi salut dis..

    u’r de best de pokoknya

    he..he…

    [Reply]

  18. dis, ndi fotoku?

    bangpay’s last blog post..Sembah Pangabekti Saya, Ibu?

    [Reply]

  19. curhatan yang bikin gue teringat ama yang kuasa

    [Reply]

  20. wah..
    ini beneran?

    [Reply]

  21. hhmmm (batuk kecil) sepertinya ini adalah pengalaman pribadi negh..
    *sok tw yak*

    Okta Sihotang’s last blog post..Ujian Hari Pertamaku !!!

    [Reply]

  22. dis masih diternate??
    sorri kemaren ga sempet kumpul
    ntar balik aj… eh lupa sekalian sms nomernya om sef yah
    :D

    almascatie’s last blog post..Hanya Dermaga Tempat Bersandar

    [Reply]

  23. homesick nya sekarang ke ambon?

    rerere’s last blog post..you.tube, fit.na, & men.kom.info

    [Reply]

  24. @jimmy: anda betul hehe..

    @ghatel: makasih mas…

    @bangpay: wis mulih aku mas haha…

    @heiroyuki: hmm…tapi kadang kata-kata lebih mewakili apa yang kurasakan dan kulihat dari pada bermega-mega pixel gambar…

    @rian: dari judul kan dah kelihatan mas….

    @hamida: iya deh ngaku…itu aku sendiri kok…

    @siska: wah pinter muji mbak siska ini…

    @adit-nya niez: niez-ku, niez-mu, niez-kita semua….loh!!

    @edo: haha tahu aja..jadi malu…

    @sef: aku sudah di ambon sekarang sef uhuy…

    @ridu: emang ndak boleh curhat di blog?? ye….

    @hoek soegirang: weks, tahu aja om hoek ini…

    @arifah: ada motor kesayanganku di ambon hehe..

    @hanggadamai: hihi dasar blogger…

    @djaelani: sebenarnya bukan andrea hirata tapi AAC hehe..

    @quelopi: ah indahnya…

    @popok: beneran om..

    @okta: emang betul kok hehe..

    @almascatie: aku dah di ambon lagi om, di ternate lagi rusuh pilkada

    @rerere: Ya ke Magelang juga homesick dong…

    [Reply]

  25. saya ingin berteman dengan anak-anak ternate jadi aku harap ada yang merespon tulisan saya ini

    [Reply]