Ini adalah seri ketiga/ terakhir dari sebuah trilogi tentang perjalanan saya ke Banda. Bagi yang belum membaca dua seri sebelumnya, silahkan baca di sini dan di sana.
Kota kecil Banda Naira adalah kawasan sejarah yang masih cukup terjaga keasliannya. Hampir setiap gedung menggambarkan arsitektur kuno peninggalan Belanda. Kota ini bagaikan sebuah kawasan museum yang sangat luas.

Gambar di atas bukanlan Istana Bogor tentunya. Istana yang ukurannya tergolong kecil ini merupakan tempat kedudukan pemimpin tertinggi Belanda di Banda ketika masih menjajah Indonesia. Istana itu berjuluk Istana Mini.

Salah satu petinggi Belanda yang pernah tinggal di Istana Mini adalah Lieutenant Willem III. Bukti otentiknya adalah patung dari orang Belanda itu di sebelah kiri bangunan istana. Patung berdiri di halaman tanpa pelindung, dipenuhi oleh karat dan jamur, sehingga sulit di tentukan dari bahan logam apa patung dibuat. Kemungkinan besar terbuat dari Tembaga.

Bangunan bersejarah yang lain adalah Rumah Pengasingan Bung Hatta. Walau kondisinya masih cukup bagus dan orisinil, namun dapat terlihat kalau museum ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Selain tokoh proklamator Bung Hatta, ada juga dr. Cipto Mangunkusumo yang pernah diasingkan di Banda. Di rumah pengasingan inilah dr. Cipto dulu tinggal. Rumah ini sekarang menjadi salah satu aset sejarah yang dimiliki Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Potensi wisata yang tersimpan di Pulau Banda belum sepenuhnya tergali. Padahal jika pihak yang terkait mau sedikit berpromosi terkait kawasan ini, bukan tidak mungkin bakal menjadi primadona, bersaing dengan wisata andalan lain di Indonesia. Kedatangan Putri Diana dan Mick Jagger beberapa tahun yang lalu adalah bukti betapa kota ini menyimpan daya tarik wisata yang cukup menawan.

Kawasan ini juga sangat cocok untuk mengadakan kegiatan semacam outbond. Seperti yang terlihat dalam gambar, kantor kami adalah organisasi pemerintah pertama yang melihat dan memanfaatkan potensi ini. Outbond bisa dilakukan di banyak pilihan tempat .

Gambar terakhir, adalah gambar saya yang diberi kesempatan untuk berfoto bersama salah satu saksi hidup sejarah Indonesia, Bapak Des Alwi. Sayang, waktu itu saya tidak sempat bertanya tentang kontroversi Lagu Indonesia Raya versi Tiga Stanza.
Demikian, seri terakhir dari trilogy tentang Kepulauan Banda. Semoga anda menikmati hasil reportase saya. Terima kasih.
Ide tulisan muncul saat:
Rabu Sore menjelang sunset
Di Kafetaria Lantai 8 Kapal Motor Ciremai.
Dalam perjalanan laut dari Banda ke Ambon.
Posting Terkait:





*ngliat foto trakhir*
Mas Adis kok di mukanya ada loreng yah??
adit-nya niez’s last blog post..Eksperimen dan Reaksi??
[Reply]
Comment by adit-nya niez — April 2, 2008 at 11:31 pm
Udah baca novelnya E.S. Ito yang berjudul “Rahasia Meede, Harta Karun VOC” bro? disitu juga ada secuil kisah tentang Banda Naira. Aku beberapa hari yg lalu baru selese baca tuh novel, n akhirnya jadi inget Banda Naira di blog-mu…
Panda’s last blog post..Mejenk Dulu Dong
[Reply]
Comment by Panda — April 3, 2008 at 1:46 am
waaah.. udah ngutak2 photoscape sampe situ yah.. keren…
btw itu foto terakhir ada kecoanya tuh… hihihi..
ridu’s last blog post..British Council Blogger Day
[Reply]
Comment by ridu — April 3, 2008 at 2:31 am
waw…
i love the pictures….
kecuali yang ada gambar si penulis, ,erusak pemandangan banget!
[Reply]
Comment by siskasiska — April 3, 2008 at 10:32 am
he..he…foto yang aneh..
wah ngutek-utek soto sopnya dah keren banget…
arifah’s last blog post..Prajabatan di LA
[Reply]
Comment by arifah — April 3, 2008 at 1:00 pm
wah bung Hatta pernah ke sana yah, oh iya, pic yang terakhir itu gue pikir mertua sampean
*kaburrrrrrrr*
[Reply]
Comment by quelopi — April 3, 2008 at 11:57 pm
dis kayakna aku pernah ngeliat rumah yang difoto ketiga…
ga asing gitu…kayak rumah tetanggamu..
trus diedit biar keliatan tampak tua…hwahwahahhawha
heiroyuki’s last blog post..Tips Berkendara Saat Musim Hujan
[Reply]
Comment by heiroyuki — April 4, 2008 at 5:30 pm
Iya..kenapa poto terakhirnya gitu yah?
btw..keren banget ya dis?
stey’s last blog post..playlist..
[Reply]
Comment by stey — April 4, 2008 at 11:30 pm
@adit-nya niez: itu namanya innerbeauty handsome wekekekek…
@panda: belum pernah baca ttuh…
@ridu: bukan kecoa, tapi kutu kupret..haha…
@siska: APA??!!! ngomong apa sampeyan…
@arifah: ya iyalah…aku….*syombong*
@quelopi: camer?? waduh…
@heiroyuki: weks…enak aja…
@stey: artistik banget khan?? *maksa*
[Reply]
Comment by adis — April 5, 2008 at 11:22 am
Hasil pengamatan saya :
” Photo yg terakhir sepertinya diambil pada tahun 1960an, dimana Pak Des Alwi (kiri) tampak berusia 70th sedangkan Adis (kanan) tampak berusia 30th. Sekarang telah memasuki tahun 2008 atau 48 tahun berlalu, artinya kini Adis/si empunya blog ini telah berusia 78th. Bukan begitu???
sef’s last blog post..Ketika Lampu Mall Mati
[Reply]
Comment by sef — April 7, 2008 at 5:49 pm
Kenapa Harus Mode Sephia ON ??
walaupun cerita sejarah, kan ga harus dengan gambar bersejarah juga sih..
tapi nice concept kok..
niat meneh…!!
dirimu akan mengharumkan Instansimu Itu
djaelani’s last blog post..MobileSherpa-Ku Disusupi si Vundo..
[Reply]
Comment by djaelani — April 8, 2008 at 12:22 pm
pic – nya maknyuz
perk1z’s last blog post..Windows XP Service Pack 3
[Reply]
Comment by perk1z — May 11, 2008 at 7:19 pm
[...] Perwakilan BPKP Maluku, selalu mengadakan kegiatan tersebut. Jika tahun lalu outbond dilakukan di kepulauan Banda, maka berdasarkan rapat internal kantor, kegiatan dialalihkan di tempat berbeda guna menambah [...]
Pingback by Dua Hari Di Pulau Pombo « Catatan Sef — July 9, 2009 at 6:15 pm
[...] Perwakilan BPKP Maluku, selalu mengadakan kegiatan tersebut. Jika tahun lalu outbond dilakukan di kepulauan Banda, maka berdasarkan rapat internal kantor, kegiatan dialalihkan di tempat berbeda guna menambah [...]
Pingback by Dua Hari Di Pulau Pombo | Paparisa — July 9, 2009 at 7:32 pm